Memupuk Tauhid Dalam Kehidupan


Hidup di dunia yang fana ini tentunya dipenuhi dengan warna, yang pada hakekatnya warna kehidupan yang kita jalani di dunia ini telah Alloh SWT tuliskan (tetapkan) dalam kitab “Lauhul Mahfudz” yang terjaga rahasianya dan tidak satupun mahluk Alloh SWT mengetahui isinya. Ilmu Tauhid mempelajari tentang Akidah, secara terminologi Aqidah berasal dari kata waqa (menjaga diri), Yaqi (menahan diri), waqiah (membentengi diri) dari semua bentuk keyakinan yang berkuasa dan agung hanya Alloh SWT. Beberapa jenis Tauhid ada 2 antara lain, a.Tauhid Rubbubiyah (teoritis) yaitu memahami dzat Alloh SWT, Nama-Nama Alloh dan Sifat-sifat Alloh SWT serta menyebut dan meyakiniNYA dengan Iman.

b.Tauhid Ibadah (praktis) 1. Alloh swt yang kita sembah, melalui sholat yang dikerjakan setiap harinya. 2. Hamba mampu berjihad dijalanNYA melalui keyakinan menunaikan ibadah puasa wajib atau puasa sunah 3. Yakin bahwa sedekah dan zakat ditunaikan salah satu pembuktian keimanan kepadaNYA dalam rangka : mensucikan jiwa dan harta, membuka pintu rezeki, menolak bala & penyakit, serta merubah jadwal kematian (HR. Buchori Muslim).

Memupuk Tauhid sebagai salah satu cara meyakini adanya Qodho dan Qodhar dari Alloh SWT. Qodho bisa diartikan sebagai ketetapan Alloh SWT, perintah, hukum, pemberitahuan penciptaan sejak zaman Azali berkaitan dengan kehendak Alloh SWT seperti kebaikan, keburukan, hidup, mati, dll. Qodhar diartikan sebagai kepastian, peraturan, takaran, ukuran atas kehendak Allah SWT, maka kita beriman kepada Qodha & QodharNYA. Qodha juga bisa disebut Taqdir yang meliputi : Takdir Muallaq yaitu ikhtiar+ketetapan Alloh SWT, misalnya miskin menjadi kaya karena ikhtiar, bekerja keras dan do’a ( QS. At-Taubah : 105). Takdir Mubram merupakan Taqdir yang pasti terjadi dan tidak dapat dielakkan, misal bencana alam. Allohubishowab